1

(indonesia) Pentingnya Tertib Berkendara Yang Mengutamakan Keselamatan

KORLANTAS – Maraknya berita kecelakaan lalu lintas yang menghiasi headline berbagai media cetak dan elektronik akhir-akhir ini memang terasa sungguh memprihatinkan. Padahal kecelakaan yang terjadi di jalan raya ini sebenarnya dapat dicegah dengan pemahaman yang lebih baik dalam berkendara yang mengutamakan keselamatan.

Banyak faktor yang menjadi penyebab terjadi kecelakaan di antaranya kurangnya pengecekan sebelum berkendara, adanya pelanggaran terhadap rambu-rambu lalu lintas, dan kondisi tubuh pengendara yang tidak fit seperti kelelahan dan mengantuk.

Selain itu ada juga beberapa perilaku berisiko yang biasa dilakukan oleh pengguna jalan di Indonesia seperti memakai telepon genggam ketika mengemudi, merokok, dan berkendara di bawah pengaruh alkohol yang mengakibatkan kurangnya fokus dalam berkendara.

Minimnya edukasi ke masyarakat tentang pentingnya tertib dan keselamatan dalam berkendara tentunya menjadi PR besar bagi pemerintah dan Korlantas POLRI saat ini.

Korlantas POLRI sendiri menjadikan tahun 2017-2018 sebagai tahun keselamatan untuk kemanusiaan. seluruh jajarannya di seluruh wilayahnya pun terus berupaya mengkampanyekan tentang pentingnya keselamatan dalam berkendara dengan Tiga Prinsip dasar perilaku dalam berkendara atau yang biasa disebut dengan Tri Siap.

Adapun Prinsip pertama yakni siap mematuhi aturan. Setiap orang yang menggunakan jalan harus berperilaku tertib. Perwujudan dari hal tersebut yaitu wajib mematuhi ketetuan seperti, rambu lalu lintas, marka jalan, ataupun alat pengatur lalu lintas yang ada. Saat jalanan sepi maupun tidak ada petugas, pengendara cenderung ceroboh dengan menambah kecepatan maksimal dan melanggar peraturan yang berakibat terjadinya kecelakaan.

Prinsip yang kedua yaitu siap kondisi fisik. Berkendara adalah kegiatan yang tidak bisa dianggap remeh dan butuh konsentrasi yang penuh. Kondisi fisik yang tidak baik menjadi salah satu penyebab konsentrasi hilang, seperti mengantuk, kelelahan atau bahkan sakit. Kondisi fisik yang kurang baik berkontribusi besar terjadinya kecelakaan.

Prinsip yang terakhir adalah siap kondisi kendaraan. Selalu lakukan pengecekan kendaraan setiap kali akan berkendara, meski hanya ke kantor. Utamanya lakukan pengecekan di bagian kaki-kaki, sistem pengereman, lampu-lampu, spion, dan wiper. Bila ketiga prinsip tersebut terbiasa kita terapkan maka kita bisa menghindari dan meminimalisir terjadinya laka lantas pada saat kita berkendara di jalan raya.

Korlantas POLRI berharap dengan 3 pedoman ini masyarakat dapat mengimplementasikannya dengan baik saat hendak berkendara sehingga tercipta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran bersama dalam berlalu lintas.