(indonesia) KAKORLANTAS: ENAM POINT FAKTOR PELANGGARAN KONSENTRASI SAAT BERKENDARA

IMG-20180307-WA0048

KorlantasPolri – Kakorlantas Polri Irjen Pol Royke Lumowa, M.M kembali menginformasikan dengan jelas terkait hal kabar larangan merokok, mendengarkan musik, serta menggunakan GPS saat berkendara tidak ada serta tidak dijelaskan dalam UU Lalu Lintas Nomor 22 tahun 2009 pada Pasal 106.

“Pengendara diperbolehkan bahkan sangat diperbolehkan menggunakan GPS. Namun yang tidak diperbolehkan ialah pengendara mengutak atik GPS saat berkendara,” ucap Kakorlantas saat dikonfirmasi di gedung lantai 2 NTMC Polri.

Begitupun dengan merokok saat berkendara, Kakorlantas menyampaikan pasalnya selain soal kesehatan, merokok saat mengemudi tentunya membuat pengendara tak konsentrasi dan juga belum lagi terkait bara dari rokok yang cukup panas juga bisa terjatuh atau terbang ke pengendara itu sendiri atau orang lain di belakang.

“Memang tidak ada larangan merokok saat berkendara, namun kami hanya menghimbau alangkah baiknya memikirkan pentingnya akan keselamatan pengendara serta pengguna jalan lainnya,” imbuhnya.

Sedangkan untuk mendengarkan musik sambil berkendara, jelas Kakorlantas itupun tidak diatur dalam UU Lalu Lintas dan tidak ada larangan untuk hal tersebut. Namun Kakorlantas mengingatkan kembali, pengendara diperbolehkan mendengarkan musik jika delta trafo ataupun desibelnya tidak terlalu keras (tidak sampai menggangu pengendara atau tetangga lain serta pengendara itu sendiri masih dapat mendengarkan klakson kendaraan dibelakangnya).

“Mendengarkan musik diperbolehkan, namun jika musik tersebut melebihi batas normal dan telah mengganggu pengendara lain maupun pengendara itu sendiri tentunya tidak boleh. Yang penting mendengarkan musiknya tidak boleh keras,” himbau Kakorlantas.

Sebagaimana yang telah disampaikan Kakorlantas, demi keselamatan pengendara dan pengguna jalan lainnya, sejatinya pengendara wajib berkendara dengan penuh konsentrasi. Yang dimaksud dengan ‘penuh konsentrasi’ adalah setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sebab 6 point faktor sebagai berikut;

  • sakit,
  • lelah,
  • mengantuk,
  • menggunakan telepon atau handphone sambil berkendara,
  • menonton televisi atau video yang terpasang di kendaraan,
  • meminum-minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga memengaruhi kemampuan dalam mengemudikan Kendaraan (mabuk).

“Penindakan yang dilakukan petugas dilapangan mengacu atau melihat UU 106 dengan 6 point diatas,” jelas Kakorlantas.

“Implementasi kurang konsentrasi saat berkendara ada pada 6 point tersebut dan hanya 6 point diatas yang jelas tidak diperbolehkan,” tutup Kakorlantas Polri.