(indonesia) Evaluasi Implementasi K3L untuk Kawasan Tertib Lalulintas di UI Oleh Kakorlantas

Kakor-UI
KorlantasPolri – Dalam rangka memperingati bulan Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) Nasional pada 12 Januari – 12 Februari 2018, Unit Pelaksana Teknis Keselamatan, Kesehatan Kerja & Lingkungan (UPT K3L UI) Universitas Indonesia menggelar kegiatan Penyampaian Evaluasi Implementasi K3L di Balai Sidang Universitas Indonesia, Rabu (7/2/2018).

Kegiatan yang mengangkat tema ”Melalui Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Mendorong Terbentuknya Bangsa yang Berkarakter” menghadirkan beberapa pembicara diantaranya Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Royke Lumowa, M.M, Direktur PNK3 Dr. Herman Prakoso Hidayat, M.M. dan Alumni UI dan Penggiat K3 Ir. Satrio Pratomo, MAppSc.

Sebelum acara dimulai, terlebih dahulu peserta disuguhkan pemutaran video induksi K3L gedung Balai Sidang dengan dua bahasa dan dilanjutkan laporan dari Ketua Panitia Yuni Kusminanti, SKM, M.Si.

Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Fasilitas UI Prof. Dr. Adi Zakaria Afiff, S.E, M.B.A yang sebelumnya memberikan kata sambutan bagi peserta.

Sesi pertama dan kedua disampaikan pemaparan materi tentang Sharing dan Implementasi K3L di kampus UI. Sedangkan sesi ketiga pemaparan tentang sharing implementasi Kawasan Tertib Lalulintas oleh Kakorlantas.

Kakorlantas dalam paparannya diawali dengan penampilan dari Polwan Korlantas Polri yang tergabung dalam NTMC Voices membawakan lagu keselamatan berlalulintas.

“Kenapa saya mulai dengan lagu, karena dari lirik lagu tadi tergambar tentang keselamatan dalam berlalulintas.” papar Royke.

Royke menerangkan bahwa lingkup Kepolisian dalam K3L adalah keselamatan di jalan raya.

” Tingkat kecelakaan di Indonesia cukup tinggi, ada 30ribu korban jiwa setiap tahunnya. Bahkan lebih tinggi dari korban tsunami kalau di total.” tambah Royke.

PBB mentargetkan tambah Royke, tahun 2020 indeks kecelakaan harus diangka 1,96 sedangkan Indonesia tahun 2017 indeks kecelakaannya 2,17. Kepolisian masih punya waktu dua tahun untuk menekannya.

“Perlu diketahui penyebab kecelakaan ada lima yang tertinggi yaitu kurang waspada kendaraan dari depan, tidak atau gagal jaga jarak, ceroboh saat belok, ceroboh saat mendahului dan melampaui batas kecepatan.” jelas Royke.

Evaluasi K3L UI menurut Royke cukup bagus dibanding institusi yang lain. Bahkan pihak kepolisian pernah memberikan penindakan kepada 101 pelanggar.

Diakhir Royke memberikan pertanyaan kepada peserta dengan hadiah door price helmet. “Kenapa hadiahnya helmet karena walaupun harga tidak seberapa tapi melindungi nyawa kita.” tutup Royke.