Category Archives: Jurnal Korlantas

3

(indonesia) Ditilang karena pajak STNK mati

Korlantas – pembayaran pajak kendaraan merupakan hal wajib yang harus dilakukan apabila masyarakat memiliki kendaraan bermotor. Untuk besaran pajaknya pun disesuaikan dengan tipe dan kapasitas mesin pada kendaraan.

Pada saat pemilik kendaraan membayarkan pajak tahunan atau 5 tahunan kendaraannya maka STNK yang dikeluarkan oleh pihak Kepolisian bersama Samsat akan disahkan dengan adanya stempel pengesahan dari Samsat setempat pada STNK tersebut.

Ternyata hingga saat ini, masalah pembayaran pajak ini banyak diabaikan oleh pemilik kendaraan bermotor. Banyak sekali kasus pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pengendara yang disebabkan pajak kendaraan yang dimiliki tidak dibayarkan. Sering sekali kita mendengar pertanyaan “Apakah polisi berhak menilang pajak kendaraan yang mati? Bukan STNK-nya mati, tapi pajaknya terlambat bayar”. Banyak perdebatan terkait jawaban dari pertanyaan ini, yang mana ada yang menjawab tidak bisa ditilang dan yang lainnya menjawab bisa.

Jika membaca UU No 22 Tahun 2009, pada Pasal 288 ayat (1), “Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (5) huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah)”.

Ditambah lagi dengan Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2012 tentang REGISTRASI DAN IDENTIFIKASI KENDARAAN BERMOTOR. Pasal 37 ayat (2) yang berbunyi, “STNK berfungsi sebagai bukti legitimasi pengoperasian Ranmor”, Dan pada ayat (3) dijelaskan, “STNK berlaku selama 5 (lima) tahun sejak tanggal diterbitkan pertama kali, perpanjangan atau pendaftaran mutasi dari luar wilayah regident dan harus dimintakan pengesahan setiap tahun”. Artinya kalau belum bayar pajak berarti STNK kita belum disahkan atau ditetapkan oleh Polri.

Selain itu pada Undang-undang Lalu lintas no.22 Tahun 2009 disebutkan, yang menyangkut kelengkapan kendaraan, termasuk surat-surat SIM dan STNK yang masih hidup, atau berlaku, lampu motor, lampu sein, dan seterusnya, berhak ditindak oleh polisi dengan cara menilang.

Adapun syarat pengesahan STNK itu harus membayar pajak. Kalau tidak membayar pajak, berarti belum ada pengesahan. Kalau dilihat STNK-nya belum ada pengesahan, berarti secara otomatis pengendara akan terkena tilang dari Kepolisian.

2

(indonesia) Syarat dan Alur Penerbitan Sim Online

Korlantas – Hadirnya layanan SIM Online yang telah dilaunching oleh Korlantas Polri dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini ternyata sangat mempermudah masyarakat dalam pengurusan sim baru maupun perpanjangan. Masyarakat tidak perlu pulang kampung ke daerah asal untuk mengurus perpanjangan maupun pembuatan SIM baru.


Namun sayangnya tidak semua orang bisa melakukan pembuatan atau perpanjangan SIM secara online karena adanya beberapa kendala seperti pemohon yang belum memiliki e-ktp dan wilayah asal pemohon yang belum terintegrasi SIM online dengan wilayah tempat berdomisili saat ini. Selain itu layanan ini hanya diperuntukkan untuk golongan SIM A dan SIM C saja, sedangkan untuk golongan lainnya pemohon harus datang secara langsung ke Satpas terdekat sesuai alamat domisili E-KTP.


Adapun syarat dan alur penerbitan SIM online :
1. Pastikan anda memiliki e-KTP, karena data SIM Online saat ini
sudah terintegrasi dengan data e-KTP,
2. Untuk sim yang akan diperpanjang haruslah masih dalam masa aktif
dan belum expired,
3. Silahkan masuk ke website http://sim.korlantas.polri.go.id
4. Setelah masuk laman akan tersedia 4 menu, dan pilihlah menu “Pendaftaran SIM”,
5. Saat pertama kali membuka menu Pendaftaran SIM akan muncul beberapa informasi pendaftaran yang wajib dibaca terlebih dahulu sebelum melanjutkan langkah membuat SIM Online,
6. Selanjutnya klik “Lanjut”, dan pemohon akan menjumpai form jenis permohonan yang terdiri dari sim baru dan perpanjangan sim yang harus dipilih sesuai kebutuhan,
7. Setelah itu isi semua data permohonan dengan benar, dan jangan lupa pastikan email yang digunakan merupakan email aktif,
8. Apabila pendaftaran sukses, pemohon akan mendapatkan kode booking dan notifikasi bukti registrasi via e-mail yang nantinya harus diprint dan dibawa ketika datang ke Satpas/lokasi yang dipilih,
9. Pembayaran bisa dilakukan di lokasi yang dituju atau di ATM atau Teller bank BRI terdekat di seluruh Indonesia. Adapun biaya registrasi pembuatan SIM A Rp 120.000 dan SIM C Rp 100.000, sedangkan biaya perpanjangannya SIM A Rp 80.000 dan SIM C Rp. 75.000,
10. Persiapkan KTP asli & dua Fotocopynya untuk pembuatan SIM baru/perpanjangan, dan Apabila pemohon ingin melakukan perpanjangan SIM, maka harus membawa serta SIM lama,
11. Datang ke lokasi Satpas/Gerai/SIM keliling yang dipilih saat pendaftaran SIM Online dan kemudian lakukan tes kesehatan terlebih dahulu di lokasi yang telah tersedia,
12. Saat dilokasi yang dituju, pihak kepolisian akan melakukan indentifikasi dan verifikasi data yang dibawa pemohon, setelah itu pemohon harus melakukan pengambilan foto, sidik jari, dan tanda tangan,
13. Setelah semuanya selesai, bagi pemohon pembuatan SIM baru harus menjalani ujian teori dan praktek. Nah, apabila kedua ujian tersebut lulus, maka SIM yang di ajukan siap dicetak.
Bila ada informasi yang dirasa kurang jelas, pemohon bisa menghubungi layanan 24 jam Call Center NTMC Polri di nomor 1500669 untuk menanyakan lebih lanjut.

1

(indonesia) Pentingnya Tertib Berkendara Yang Mengutamakan Keselamatan

KORLANTAS – Maraknya berita kecelakaan lalu lintas yang menghiasi headline berbagai media cetak dan elektronik akhir-akhir ini memang terasa sungguh memprihatinkan. Padahal kecelakaan yang terjadi di jalan raya ini sebenarnya dapat dicegah dengan pemahaman yang lebih baik dalam berkendara yang mengutamakan keselamatan.

Banyak faktor yang menjadi penyebab terjadi kecelakaan di antaranya kurangnya pengecekan sebelum berkendara, adanya pelanggaran terhadap rambu-rambu lalu lintas, dan kondisi tubuh pengendara yang tidak fit seperti kelelahan dan mengantuk.

Selain itu ada juga beberapa perilaku berisiko yang biasa dilakukan oleh pengguna jalan di Indonesia seperti memakai telepon genggam ketika mengemudi, merokok, dan berkendara di bawah pengaruh alkohol yang mengakibatkan kurangnya fokus dalam berkendara.

Minimnya edukasi ke masyarakat tentang pentingnya tertib dan keselamatan dalam berkendara tentunya menjadi PR besar bagi pemerintah dan Korlantas POLRI saat ini.

Korlantas POLRI sendiri menjadikan tahun 2017-2018 sebagai tahun keselamatan untuk kemanusiaan. seluruh jajarannya di seluruh wilayahnya pun terus berupaya mengkampanyekan tentang pentingnya keselamatan dalam berkendara dengan Tiga Prinsip dasar perilaku dalam berkendara atau yang biasa disebut dengan Tri Siap.

Adapun Prinsip pertama yakni siap mematuhi aturan. Setiap orang yang menggunakan jalan harus berperilaku tertib. Perwujudan dari hal tersebut yaitu wajib mematuhi ketetuan seperti, rambu lalu lintas, marka jalan, ataupun alat pengatur lalu lintas yang ada. Saat jalanan sepi maupun tidak ada petugas, pengendara cenderung ceroboh dengan menambah kecepatan maksimal dan melanggar peraturan yang berakibat terjadinya kecelakaan.

Prinsip yang kedua yaitu siap kondisi fisik. Berkendara adalah kegiatan yang tidak bisa dianggap remeh dan butuh konsentrasi yang penuh. Kondisi fisik yang tidak baik menjadi salah satu penyebab konsentrasi hilang, seperti mengantuk, kelelahan atau bahkan sakit. Kondisi fisik yang kurang baik berkontribusi besar terjadinya kecelakaan.

Prinsip yang terakhir adalah siap kondisi kendaraan. Selalu lakukan pengecekan kendaraan setiap kali akan berkendara, meski hanya ke kantor. Utamanya lakukan pengecekan di bagian kaki-kaki, sistem pengereman, lampu-lampu, spion, dan wiper. Bila ketiga prinsip tersebut terbiasa kita terapkan maka kita bisa menghindari dan meminimalisir terjadinya laka lantas pada saat kita berkendara di jalan raya.

Korlantas POLRI berharap dengan 3 pedoman ini masyarakat dapat mengimplementasikannya dengan baik saat hendak berkendara sehingga tercipta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran bersama dalam berlalu lintas.

(indonesia) Launching Produk Korlantas Polri 2018

Launching merupakan suatu tanda peluncuran bagi produk baru atau prestasi baru atau sesuatu yg mjd kebijakan untk menggelorakan dan diimplementasikan di seluruh jajaran polisi lalu lintas dg segenap stake holdernya. Launching ini jg menunjukkan inspirasi baru yg mencerahkan dan membawa harapan baru bagi pengembangan road safety di indonesia.

 

Adapun yg akan di launching bersamaan acara rakernis polantas di bali tg 22 sd 23 maret adalah sbb :
1. 7 prioritas program Road safety : helmet, speed, drink driving, seat belt, child restrain, penggunaan hp saat bwrkendara dan melawan arus
 
Mengapa 7 prioritas tsb dilaunching krn merupakan perubahan mind set bagi polantas untk meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas mulai dr aturan2nya, edukasi sistem uji sim pembangunan infra struktur dan gakkumnya memfokuskan thd 7 hal tsb. 7 point tsb merupakan penjabaran perhatian who akan road safety.
 
2. TARC ( traffic accident research centre) sbg pusat riset kecelakaan lalu lintas yg mjd wadah ilmiah meneliti masalah2 kecelakaan lalu lintas. Yg selama ini selalu saja sebatas penyidikan dan perdilan pidana. Adapun scr analisis yg berguna untk keselamatan dan kemanusiaan diabaikan. TARC melibatkan pakar2 di bidang transportasi, it, hukum, kepolisian, sosial, perkotaan. Yg hasil riset ini ditandai dlm jurnal ilmiah yg diberi namana Jurnal Indonesia Road Safety. Itulah alasan para pakar perintis TARC untk hadir menyerahkan jurnal perdananya. TARC jg akan membuka jaringan luas tingkat nasional dan inyernasional bidang Road safety shg polantas benar2 bs mjd warga dr gerakan2 road safety yg trs menggelorakan keselamatan untk kemanusiaan sbg core value dan core function nya.
 
3. Active transportation yg di indonesiakan mjd Transportasi yg sehat dan merakyat. Ini yg digelorakan dlm gerakan moral dan gerakan sosial untk berjalan kaki, bersepeda dan menggunakan angkutan umum. Mengapa ini penting krn polantas care thd kemanusiaan dan kesehatan. Polantas go green (bukan polantas ngecat hijau) melainkan polantas peduli akan gaya hidup yg sehat dan peduli lingkungan sehat.
 
4. PSC : Public Safety Centre merupakan wadah bersama polisi dinas kesehatan, jasa raharja, bpjs dan jamkesda untk bersama sama peduli menangani pra medic korban kecelakaan lalu lintas. Dr tkp ke rumah sakit selama ini ditangani sebisanya dan sekenanya. Dr sisi medis mengatakan 70 persen korban fatal sbg akibat penanganan pertama yg keliru. Kita melihat korban laka diangkut dg kendaraan2 pick up, truk dsb ygvtdk manusiawi. Dg adanya PSC diharapkan polisi dan stake holder sama 2 dpt semakin memanusiakan manusia.
 
Itulah hal2 penting yg akan di launching. Yg tentu tdk hanya sekedar launching ttp akan diteruskan dlm program2 road safety nantinya akan diwadahi dlm road safety centre, RSPA : road safety partnersip action ( kerja sinergis para mitra polantas dlm mengimplementasikan road safety), Riset, seminar/ fgd, penerbitan jurnal dan juga produk2 lainya, dan IRSA: indonesia road safety award pemberian apresiasi kpd local2 heros yg care peduli dan berjasa bagi tumbuh kembangnya road safety.

(indonesia) Tergoda ‘Sexy’ Road Safety

Oleh: Brigjen Pol DR Chryshnanda Dwilaksana
Direktur Keamanan dan Keselamatan Korps Lalu Lintas (Dirkamsel Korlantas) Mabes Polri


Tatkala membahas road safety tentu akan terkuak sumber daya yang begitu luar biasa. Road safety menjadi lampu pijar dalam kegelapan dan laron-laron berkerumun mendekatinya. Laron itu mantan rayap dan akan menghasilkan rayap-rayap baru. Dalam terang lampu, para laron rela mematahkan sayapnya kembali berlarian di tanah dan membangun kroni rayap baru.


Demikian halnya laron-laron yang mengerubungi road safety, ia rela memotong motong bagiannya bahkan mungkin mampu mengawal anggarannya yang nantinya akan dijadikan bancakan berikutnya? Entahlah mengapa road safety secara hakiki tidaklah dicintai. Ibarat putri ketulusan hatinya tidak membuat haru pengagumnya. Semua hanya bernafsu pada anggarannya dan berbagai program-program pengadaannya. Esensi dari road safety bisa saja diabaikan. Tak lagi penting hati dan rasa tatkala semua bernafsu kebinatangan menjarah memperkosanya.



Siapa sudi dengan road safety? Tatkala ditanya pasti serempak menunjukkan jati dirinya. Apalagi ndoro nya yang bertanya hingga yang sedang di kamar mandi pun berteriak, “saya juga ndoro”. Supaya ndoro melihat dan bangga banyak yang menjadi pejuang-pejuang road safety.


Siapakah pejuang road safety? Nah itu dia, pasti kebingungan menjawabnya. Hampir semua terjebak rutin dan berpikir lateral datar-datar bahkan tidak tahu apa yang mesti dilakukan. Road safety memang integrated system yang setidaknya ada 5 pilar institusi yang menanganinya. Namun cara pandang konvensional dan membanggakan cara-cara manual dan parsial lagi-lagi core function perwujudan road safety menjadi terabaikan.


Bagaimana membuat model road safety pada smart city ini belum menjadi mimpi dari road safety management untk diwujudkan. Cara memanage jalan secara holistik dan sistemik yang termaktub dalam konsep safety and security juga hampir-hampir belum menjadi core function pd aver road. Pada cara memanage kendaraan bermotor sistem-sistem yang tercakup pada eri (electronic registration and identification) sebagai bagian safer road juga masih nihil untuk diintegrasikan.


Sistem uji kompetensi pengemudi yang juga masih parsial dalam perwujudannya untuk safer road users masih juga banyak kepentingan sehingga traffic attitude record masih menjadi perjuangan panjang dan demerit point system masih menjadi sesuatu yang harus diperjuangkan pada semua lini. Pada bagian post crash care sistem instan (intellegence traffic analysis) merupakan bagian penting mendukung quick response time yang mimpi ini harus kembali dapat membuat haru para stakeholder untuk membangunnya.


Semua ini memang masih berat karena sistem data tidak pernah dibangun dalam sistem yang terintegrasi. Ego sektoral menjadi kebanggaan dan keunggulan stakeholder. Kepentingan membangun smart management pun terasa terbang satu sayap.


Semestinya pemikiran-pemikiran core function road safety akan menjadi landasan membangun smart city. Di sinilah kesadaran dan kewarasan melihat dan mewujudkan road safety yang terintegrasi yang mampu memprediksi memberi solusi dan mengantisipasi.


Aman selamat tertib lancar. Dan meningkatnya kualitas keselamatan. Menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan. Terbangunnya budaya tertib berlalulintas yang menjadi kebanggaan serta pelayanan-pelayanan publik di bidang LLAJ dapat diselenggarakan secara prima.


sumber : rsa.or.id/tergoda-sexy-road-safety/