Dua Satgas Khusus Polri Jelang Pilkada Serentak

logo-polri

KorlantasPolri – Mabes Polri menyiapkan 2 satgas pada Pilkada Serentak 2018. Dua satgas, yakni Satgas Anti-SARA dan Satgas Anti Politik Uang mulai bertugas pada 12 Februari.

“Kita sudah mematangkan rencana pembentukan satgas. Satu Satgas Money Politics dan satu lagi Satgas Anti-SARA,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Muhammad Iqbal di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, Rabu (10/1).

Aturan tugas kedua satgas ini disusun Bareskrim Polri. Satgas rencananya akan bekerja sama dengan KPK.

“Kita ingin Pilkada 2018 ini hingga Pileg dan Pilpres 2019 nanti politiknya santun dan beretika. Tidak ada lagi money politics sehingga kita membantu KPU untuk pemimpin yang betul-betul berkualitas kelak memimpin daerahnya. Fokus satgas ini kepada operasi tangkap tangan,” ujar Iqbal.

Sementara itu, Satgas Anti-SARA bertujuan menciptakan pemilu yang aman dan damai melalui UU ITE. Satgas Anti-SARA akan memantau media sosial yang memuat konten ujaran kebencian, parodi grafis sarat kebencian dan pornografi, serta provokasi ataupun hoax.

“Nanti bekerja sama dengan Kementerian Kominfo, ini akan bergerak masif dengan 2 pendekatan, yakni edukasi atau peringatan dan penindakan hukum,” ujar Iqbal.

Polri sudah memetakan daerah yang masuk kategori rawan pada Pilkada Serentak 2018. Tiga wilayah berpotensi rawan itu adalah Kalimantan Barat, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

“Provinsi ada beberapa yang kita petakan agak rawan, yang terindikasi itu Kalimantan Barat, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Kalau Bali relatif aman,” kata Iqbal.