Category Archives: News

Setia Atur Lalu Lintas Meski Diguyur Hujan

Polwan

KorlantasPolri – Meski Hujan turun dan panasnya terik matahari mereka tetap menjalankan tugas-tugasnya menjaga jamaah masjid yang sedang menjalakan ibadah sholat Jumat.

Terlihat beberapa anggota polwan Polres Parepare mengatur lalu-lintas di Jalan Usman isa , tepatnya di depan Masjid Al-Manar Kelurahan Ujung Bulu, Kecamatan Ujung,Kota Parepare. Tak hanya itu selain melakukan pengaturan Lalulintas para polwan ini  juga menjaga tempat parkiran kendaraan di halaman masjid, Jum’at (12/1/18).

“Kegiatan ini rutin kita laksanakan setiap hari Jum’at untuk antisipasi kemacetan dan pencurian sepeda motor sewaktu personel Polisi laki-laki sedang menjalankan ibadah sholat Jumat,” Ujar Desy Ayu Putri.

Sementara itu Kapolres Parepare AKBP Pria Budi,S.iK.M.H sangat mengapresiasi kegiatan Polwan turun di lingkungan masjid guna menciptakan situasi keaman dan ketertiban terutama pada hari Jumat. dan setiap hari Jumat, seluruh anggota Polwan diperintahkan turun melaksanakan pengamanan menggantikan tugas Polisi laki-laki yang menjalankan ibadah sholat Jumat.

“Dengan adanya Personel Polwan melakukan pengaman saat sholat Jumat kita berharap kemacetan arus lalu-lintas menuju masjid bisa terurai serta pencurian kendaraan bermotor di lingkungan masjid tidak ada lagi.” Ungkap AKBP Pria Budi, usai melaksanakan shalat Jum’at.

Kehadiran Polisi ditengah-tengah masyarakat merupakan amanat dalam Undang-Undang Nomor 2 tahun 2012 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia yaitu melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat, serta menegakkan hukum dihadapkan dengan kondisi dan karakteristik masyarakat yang modern.

Namun penilaian masyarakat terhadap kinerja Polri yang hanya berdasarkan dengan pemberitaan TV, Koran maupun gejala tanpa mempertimbangkan kesulitan dan hambatan Polri dalam pelaksanaan tugas, terkadang menimbulkan stigma negatif, yang kemudian diekspresikan oleh sebagian masyarakat lewat sosial media (sosmed) yang berdampak makin buruknya citra Kepolisian.

Untuk menjawab semua keraguan tersebut, dapat dilakukan dengan menampilkan keseriusan dalam kerja, profesionalitas, akuntabel dan mendekatkan diri kepada masyarakat. Sehingga kehadiran anggota Polisi di tengah-tengah masyarakat, dapat betul betul dirasakan manfaatnya dalam rangka memberikan pengayoman kepada segenap masyarakat.

Istilah pengayom dalam konteks ini merupakan sebuah istilah yang bermakna perasaan tenang ketika adanya kehadiran Polisi. Jangan sampai justru kehadiran Kepolisian menimbulkan perasaan cemas, atau perasaan takut kepada masyarakat.

Korlantas Tour De Jakarta-Lampung 2018

Tour de Jakarta-Lampung

KorlantasPolri – Korlantas Polri bekerjasama dengan BNI 46 menggelar Gowes Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas, “Tour de Jakarta-Lampung 2018”, Sabtu (13/1/2018).

Kegiatan gowes yang diikuti 100 peserta Goweser ini berasal dari berbagai komunitas gowes dan akan menempuh jarak tempuh 150 Km dengan melewati 4 check point etape.

Perlu diketahui, peserta Goweser akan memulai garis start di halaman NTMC Korlantas Polri menuju Merak-Bekauheuni dan finish di Bandar Lampung

Gowes kampanye kesalamatan berlalu lintas ini berlangsung pada 13-14 Januari 2018.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Royke Lumowa yang turut terlibat mengikuti gowes bersama para goweser menyapa seluruh peserta gowes.

“Selamat pagi goweser, semangat semua” sapa Kakor.

Komunitas tim goweser dari Waskita Karya, Bank Indonesia, BPK, tim Korlantas Polri, BNI 46, serta lainnya tampak antusias mengikuti gowes sehat ini dan sekaligus turut serta terlibat bersama Korlantas Polri menggelorakan keselamatan berlalulintas.

“Semoga selamat sampai tujuan, dan sehat selalu”, singkat Kakorlantas sebelum melepas peserta gowes.

Kakorlantas Polri Royke Lumowa secara resmi melepas para peserta dengan menekan tombol sirine tanda mulai gowes.

Prosedur Penerapan E-Tilang

tilang-online

KorlantasPolri – Penerapan penegakan hukum terhadap para pelaku pelanggaran lalu lintas secara online atau dikenal sebagai mekanisme E-Tilang sudah diberlakukan di beberapa kota besar di Indonesia dan segera menyusul secara menyeluruh di semua wilayah di Indonesia.

Cara kerja e-tilang bagi si pelanggar lalu lintas merupakan salah satu solusi ampuh untuk menanggulangi berbagai macam permasalahan yang ditimbulkan dari penerapan tilang secara manual.

Yuk kita intip mekanisme penerapan e-tilang tersebut :

Bagi pelaku yang melakukan pelanggaran lalu lintas akan menerima upaya penindakan berupa tilang.
Pelanggar yang ditilang mendapatkan nomor BRI Virtual akun (BRIVA)
kode BRIVA ini digunakan pelanggar untuk membayar sistem E- tilang, setelah pelanggar membayar, secara otomatis aplikasi pada petugas tilang akan berubah warna hijau, kalau belum bayar warnanya biru.
Setelah denda dibayarkan masyakat dapat mengambil barang bukti yang disita.

Mudah bukan??? Nah kenapa harus memberlakukan E-Tilang bagi si pelanggar lalu lintas, simak yuk beberapa farrah yang didapatkan dari penerapannya dengan membandingkan penerapan tilang secara manual dan dengan pemanfaatan E-Tilang

Tilang manual:

1. Masih terjadi saling adu argumentasi dan saling merasa benar, ada peluang terjadi pemerasan dan penyuapan.

2. Tidak mampu menindak secara simultan

3. Tidak memberi dampak efek jera

4. Tidak bisa terkoneksi secara online dengan sistem uji sim dan sistem bagi kepentingan perpanjangan uji sim.

E-tilang:

1. Lebih cepat waktu penindakannya

2. Pelanggar tidak perlu hadir sidang di pengadilan negeri

3. Data tilang langsung terkoneksi dengan back office sehingga diperoleh data akurat

4. Terkoneksi dengan bank untuk pembayaran denda.

Nah sudan tahu kan kemudahan yang ditawarkan dari penerapan E-Tilang, yuk lengkapi kelengkapan kendaraan bermotor kamu, bijak dan bertanggung jawab dalam mengemudi dan patuhi peraturan lalu lintas yang ada ya!! Jadikan diri kita sebagai bagian dari agen-agen perubahan ke arah positif, kita adalah pelopor keselamatan berlalu lintas yang berkeselamatan.

Kapolri Pimpin Sertijab Sejumlah Kapolda dan Pati

sertijab-kapolda-

KorlantasPolri – Kapolri Jenderal Tito Karnavian memimpin upacara serah terima jabatan terhadap beberapa Perwira Tinggi Polri diantaranya Irjen Agung Sabar Santoso menggantikan Irjen Raja Erizman yang kini menjadi Kapolda NTT menjabat sebagai Kadivkum Polri.

Sedangkan Kapolda Kalimantan Timur baru dijabat Brigjen Priyo Widyanto yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Jambi menggantikan Irjen Safaruddin yang telah dimutasikan sebagai Pati Baintelkam Polri (dalam rangka pensiun).

Lalu, yang menjabat sebagai Kapolda Jambi untuk menggantikan posisi Priyo yaitu Brigjen Muchlis As yang sebelumnya menjabat sebagai Inspektur Bakamla RI, dan yang menggantikan posisi Muchlis yaitu Kombes Sarono yang sebelumnya menjabat sebagai Irwasda Polda Jawa Barat.

Selain itu, Kapolda Sulawesi Tengah yang sebelumnya dijabat oleh Brigjen Rudy Sufahriadi kini digantikan oleh Brigjen I Ketut Argawa yang sebelumnya menjabat sebagai Karoanalis Baintelkam Polri yang kini diisi oleh Kombes Yadi Suryadinata.

Untuk Brigjen Rudy Sufahriadi kini menjabat sebagai Dankorbrimob menggantikan Irjen Murad Ismail yang kini menjabat sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Brigade Mobil Korbrimob Polri. Lalu, untuk Kapolda Lampung yang sebelumnya diisi oleh Irjen Pol Suroso Hadi Siswoyo kini diisi oleh Irjen Suntana yang sebelumnya menjabat sebagai Pati Baintelkam Polri (Penugasan pada BIN).

Selain memimpin upacara tersebut, Tito juga langsung memimpin pembacaan sumpah serah terima jabatan yang diikuti oleh pejabat Polri yang melakukan serah terima jabatan.

“Bahwa saya selaku pejabat kepolisian Negara Republik Indonesia akan setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila UUD RI tahun 1945 dan NKRI. Bahwa saya akan mentaati segala peraturan perundang-undangan dan melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada saya dengan penuh pengabdian kesadaran dan tanggung jawab,” kata Tito, Kamis (11/1).

Usai melakukan sumpah serah terima jabatan, Tito menegaskan bahwa banyak konsekuensi yang harus diterima oleh anak buahnya atas sumpah jabatan tersebut.

“Apabila Melanggar sumpah ini akan menjadi konsekuensi di dunia dan akhirat,” tegasnya.

Dalam serah terima jabatan tersebut, turut dihadiri oleh Wakapolri Komjen Syafruddin, Kabaharkam Polri Komjen Moechgiyarto, Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukamto, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto, Karopenmas Mabes Polri Brigjen Mohammad Iqbal dan beberapa Pati Polri lainnya.

Kunjungan Studi SMKN 2 Purwakarta

smkn2-purwakarta-3

KorlantasPolri – SMKN 2 Purwakarta, Jawa Barat mengadakan kunjungan Study ke Gedung NTMC Korlantas Polri di Jl MT Haryono Kav 37-38 Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2018). Kegiatan kunjungan dilakukan sejak pukul 10.00 WIB – selesai.

smkn2-purwakarta-1-320x192

 

 

Kegiatan ini diikuti kurang lebih oleh 100 pelajar bersama sejumlah guru pendamping. Kunjungan diterima langsung oleh AKBP Subono, SPd, MM. dan berperan sebagai MC oleh Polwan Bripda Chaerunisa.

smkn2-purwakarta-4-320x192

Dua Satgas Khusus Polri Jelang Pilkada Serentak

logo-polri

KorlantasPolri – Mabes Polri menyiapkan 2 satgas pada Pilkada Serentak 2018. Dua satgas, yakni Satgas Anti-SARA dan Satgas Anti Politik Uang mulai bertugas pada 12 Februari.

“Kita sudah mematangkan rencana pembentukan satgas. Satu Satgas Money Politics dan satu lagi Satgas Anti-SARA,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Muhammad Iqbal di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, Rabu (10/1).

Aturan tugas kedua satgas ini disusun Bareskrim Polri. Satgas rencananya akan bekerja sama dengan KPK.

“Kita ingin Pilkada 2018 ini hingga Pileg dan Pilpres 2019 nanti politiknya santun dan beretika. Tidak ada lagi money politics sehingga kita membantu KPU untuk pemimpin yang betul-betul berkualitas kelak memimpin daerahnya. Fokus satgas ini kepada operasi tangkap tangan,” ujar Iqbal.

Sementara itu, Satgas Anti-SARA bertujuan menciptakan pemilu yang aman dan damai melalui UU ITE. Satgas Anti-SARA akan memantau media sosial yang memuat konten ujaran kebencian, parodi grafis sarat kebencian dan pornografi, serta provokasi ataupun hoax.

“Nanti bekerja sama dengan Kementerian Kominfo, ini akan bergerak masif dengan 2 pendekatan, yakni edukasi atau peringatan dan penindakan hukum,” ujar Iqbal.

Polri sudah memetakan daerah yang masuk kategori rawan pada Pilkada Serentak 2018. Tiga wilayah berpotensi rawan itu adalah Kalimantan Barat, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

“Provinsi ada beberapa yang kita petakan agak rawan, yang terindikasi itu Kalimantan Barat, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Kalau Bali relatif aman,” kata Iqbal.

Imbauan Bagi Pendukung Peserta Pilkada

pengamanan
KorlantasPolri – Hari ini 4 Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali kota rencanya akan mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi, di Jalan Otto Iskandardinata. Polisi menyiagakan sedikitnya 680 personel pengamanan tertutup dan terbuka.

Menghindari gangguan ketertiban dan keamanan, polisi menghimbau agar para pendukung paslon tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama bersama rombongannya termasuk mentaati aturan lalu lintas.

“Kita menyiapkan 680 personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP serta unsur lain. Untuk satu Paslon dikawal 2 peleton pesonel lalu 2 peleton tindak gabungan reskrim dan QRT sabhara (quick respons team) 20 personil bersenjata dan lengkap antisipasi gesekan massa,” jelas Kapolres Sukabumi, AKBP Susatyo Purnomo, kepada detikcom di Mapolres Sukabumi Kota, Rabu (10/1/2018).

Susatyo juga mengaku akan tegas jika ada pendukung paslon yang melakukan provokasi dan melanggar aturan termasuk saat berlalu lintas. “Kita minta untuk saling menghormati antar pendukung Paslon, hormati juga petugas yang menjaga lalu lintas dengan menaati aturan lalu lintas dan menjadi contoh untuk masyarakat,” bebernya.

Polisi juga sudah menggelar Tactical Floor Games (TFG) mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi saat proses pendaftaran paslon. “Kita sudah menyiapkan strategi untuk segala kemungkinan, personel semua satuan juga sudah pemanasan dan mereka siap mengawal proses Pilwakot sampai selesai,” tandasnya.

Pemotor Resmi Bisa Lalui Bundaran HI-Monas

Pemotor

KorlantasPolri – Sejumlah pemotor sudah ada yang melintasi ruas Jalan Thamrin-Monas, Jakarta Pusat. Meski rambu larangan motor belum dicabut, polisi tidak akan menindak pemotor yang melintas di ruas jalan tersebut.

“Tidak ada penindakan, kecuali motor tersebut melakukan pelanggaran lain, misalnya tidak menggunakan helm,” kata Kasubdit Penegakan Hukum (Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, Rabu (10/1/2018).

Budiyanto mengatakan pihaknya menghormati putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan Pergub DKI Jakarta No 195 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Pergub DKI Jakarta No 141 Tahun 2015 tentang Pembatasan Lalu Lintas Sepeda Motor. Polisi siap melaksanakan putusan tersebut.

“Saat ini kami masih berkoordinasi dengan Pemprov DKI untuk menentukan tindak lanjut terkait putusan MA tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu, Budiyanto menyarankan Dinas Perhubungan DKI mencabut rambu. Hal ini dilakukan untuk menghindari kesalahpahaman polisi dan pemotor di lapangan.

“Kepada anggota juga sudah kami sosialisasikan,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra menyayangkan pencabutan larangan motor melintas. Pembatasan sepeda motor melintas dinilai menurunkan angka kecelakaan lalu lintas dan efektif mengurangi kemacetan.

Halim mengusulkan untuk diberlakukan pembatasan sepeda motor yang melintas di ruas jalan tersebut. Salah satunya menerapkan sistem ganjil-genap.

Prosedur Pengurusan STNK Hilang

BPKB

KorlantasPolri – Bagi anda para pengendara bermotor roda dua maupun empat. Sudah selayaknya anda melengkapi surat-surat kendaraan anda saat hendak berpergian. Hal itu guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di jalan.

Pastikan anda selalu membawa surat-surat seperti SIM dan STNK. Namun apabila terjadi sesuatu seperti kehilangan pada STNK kendaraan, anda harus langsung melaporkannya kepada pihak kepolisian. Tak perlu khawatir, berikut kami berikan tips mengurus STNK yang hilang :

Untuk mengurus STNK yang hilang, siapkan persyaratan data sebagai berikut:
1. KTP pemilik kendaraan, asli dan fotokopi.
2. Fotokopi STNK yang hilang.
3. Surat Keterangan Hilang STNK dari Polsek atau Polres setempat.
4. BPKB asli dan fotokopi.

Prosedur pengurusan STNK hilang adalah sebagai berikut:
1. Cek Fisik kendaraan. Fotokopi hasil cek fisiknya.
2. Mengisi Formulir Pendaftaran.
3. Mengurus Cek Blokir (Mengurus Surat Keterangan STNK Hilang dari Samsat), berisi keterangan keabsahan STNK terkait, misalnya tidak diblokir atau dalam pencarian. Lampirkan hasil cek fisik kendaraan.
4. Mengurus pembuatan STNK baru di loket BBN II. (Lampirkan semua persyaratan data dan Surat Keterangan Hilang dari Samsat).
5. Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor. (Bila telah dibayar maka bebas biaya pajak).
6. Membayar Biaya Pembuatan STNK baru.
7. Pengambilan STNK dan SKPD (Surat Ketetapan Pajak Daerah).

Ayo Tertib Parkir Kendaraan Anda

PARKIR-MOBI

KorlantasPolri – Selain kemacetan, minimnya lahan parkir terkadang membuat pemilik mobil kerap mengabaikan keamanan dan aturan lalu lintas. Untuk itu, inilah tips parkir mobil yang aman dan tidak langgar lalu lintas.

Kepadatan pemukiman dan lalu lintas adalah gambaran umum bagi kota besar seperti Jakarta. Selain kemacetan, minimnya lahan parkir terkadang membuat pemilik mobil kerap mengabaikan keamanan dan aturan lalu lintas. Untuk itu, inilah tips parkir mobil yang aman dan tidak langgar lalu lintas.

Hindari Parkir Di Bawah Pohon Besar

Biasanya orang suka salah kaprah dengan memarkir mobil di bawah pohon karena dianggap teduh dan terlindung dari sinar matahari. Hal ini justru, menimbulkan banyak risiko terlebih saat hujan beserta angin besar menerpa. Mobil Anda bisa saja terkena tetasan getah, kejatuhan ranting atau bahkan yang lebih parah tertipa pohon tersebut.

Jangan Parkir Dekat Papan Reklame

Seperti pohon, papan reklame merupakan objek yang juga rentan terhadap tiupan angin kencang. Meski mayoritas papan reklame sudah dirancang bangun dengan perhitungan yang matang sekalipun sebaiknya hindari. Karena bukan tidak mungkin risiko papan reklame untuk rubuh dan menimpa mobil Anda bakal terjadi.

Area Parkir Terbuka Yang Cekung

Parkir mobil di kontur tanah yang cekung juga memiliki risiko tergenang air saat hujan. Apabila lokasi tersebut tergenang air maka mobil yang terparkir di area itu otomatis ikut tergenang. Sebaiknya tanyakan dahulu kepada warga sekitar atau petugas parkir setempat apakah area tersebut rawan banjir atau tidak.

Bahu Jalan

Parkir mobil di bahu jalan yang terkesan praktis masih banyak terjadi karena diperbolehkan oleh pihak otoritas setempat, padahal itu termasuk tindakan pelanggaran lalu lintas. Namun sebaiknya Anda hindari, karena risiko mobil baret terserempet oleh pengendara lain bisa saja terjadi. Bahkan bukan mustahil mobil Anda ditabrak akibat kelalaian pengendara lain.

Tanjakan Atau Turunan

Kondisi jalan yang menurun dan menanjak dirasa juga kurang baik untuk memarkir kendaraan Anda. Karena gaya gravitasi yang mengakibatkan mobil untuk condong bergerak ke arah yang lebih rendah. Hal inilah yang membuat rem pada transmisi otomatis akan bekerja lebih berat. Anda bisa memanfaatkan batu atau balok untuk meringankan beban rem parkir dan gigi P. Tapi jika ada pilihan lain sebaiknya parkir di tempat yang datar.

Tempat Sepi

Tempat yang sepi memang tidak dianjurkan untuk memarkir kendaraan. Faktor keamanan menjadi alasan utama, karena kondisinya yang sepi sering dijadikan lokasi bagi para pelaku kriminal untuk melakukan pencurian.